KOMPONEN-KOMPONEN MSDM
Unsur MSDM adalah Manusia (tenaga Kerja)
Tenaga kerja manusia pada dasarnya dibedakan atas : pengusaha, karyawan dan pemimpim.
1. Pengusaha, adalah setiap orang yang menginvestasikan modalnya untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak menantu tergantung pada laba yang dicapai perusahaan tersebut.
2. Karyawan, adalah penjual jasa dan mendapat kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Karyawan merupakan kekayaan utama suatu perusahaan, karena tanpa keikut sertaan mereka,,aktivitas perusahaan tidak akan berjalan.
Karyawan terbagi dua : Karyawan operasional dan Karyawan manajerial.
3. Pemimpim atau Manajer
Pimpinan adalah seorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai tujuan.
PERANAN MSDM
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan mewujudkan hasil tertentu melalui kegiatan orang lain. Hal ini berarti bahwa sumberdaya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen.
MSDM mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah sebagai berikut : ( SP.Hasibuan, Hal 14-15).
- Menetapkan jumlah, kualitas, dan penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan berdasarkan job description, job specification, job requirement, dan job evaluation.
- menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berasarkan asas The right man on the right place and the right man on the right job”
- Menetapkan program kesejahteraan, pengebangan, promosi dan pemberhentian.
- meramalkan penawaran dan permintaan sumberdaya manusia pada masa yang akan datang.
- memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan pada khususnya.
- memonitoring dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan sejenis.
- memonotoring kenajuan teknik dan perkembangan serikat buruh
- Melaksanakan pendidikan, latihan dan penilaian prestasi karyawan.
- mengatur mutasi karyawan
- mengatur pensiun, pemberhentian dan pesangonnya.
Perkembangan MSDM
Perkembangan MSDM didiorong oleh kemajuan peradaban, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan tuntutan daya saing produksi barang dan jasa yang dihasilkan.
MSDM sudah ada sejak adanya kerjasama dan pembagian kerja diantara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan tertentu. MSDM ini pada mulanya terpadu dalam manajemen. MSDM muncul sebagai ilmu tersendiri pada abab 20
Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomi, politis dan sosial :
1. Masalah ekonomi : (SP. Hasibuan, Hal 15). Meliputi :
- Semakin terbatasnya faktor-faktor prouksi, menuntut agar SDM dapat bekerja secara efisien dan efektif.
- semakin disadar bahwa SDM paling berperan dalam mewujudkan tujuan organisasi/perusahaan.
- terjadinya persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas
- karyawan semakin menuntut adanya jaminan ekonomi pada masa depan.
2. Masalah Politik :
- hak asasi manusia semakin mendapat perhatian
- organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat memperhatikan sumber daya manusia.
- Campur tangan pemerintah dalam mengatur perburuhan semakin banyak
- adanya persamaan hak dan keadilan dalam memperoleh kesempatan kerja
- emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan.
3. Masalah Sosial :
- semakin banyaknya pekerja wanita dimana karena kodratnya perlu mendapat pengaturan dengan perundang-undangan
- Kebutuhan manusia yang semakin beraneka ragam dimana kebutuhan ini yang harus dipenuhi oleh organisasi/perusahaan.
- berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaan, karana adanya spesialisasi.
Dalam mempelajari MSDM ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu :
1. Pendekatan mekanis,
2. Pendekatan paternalis, dan
3. Pendekatan sistem sosial.
Ad.1. Pendekatan mekanis.
Mekanisasi (otomatisasi) adalah mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan.
Pendekatan mekanis: menitik beratkan analisnya kepada spesialisasi, efektifitas, standardisasi, dan memperlakukan karyawan sama dengan mesin.
Ad.2. Pendekatan Paternalis
Pendekatan paternalistik ini, manajer menganggap karyawan sebagai anaknya sendiri, olehnya itu para karyawan diperlakukan dengan baik, diberikan fasilitas, dan sebagainya.
Pendekatan ini mengakibatkan karyawan menjasi manja, malas, sehingga produktivitas menurun, akhirnya laba berkurang bahkan perusahaan akan rugi dan kelangsungan hidupnya terancam.
Dangan melihak berbagai kelemahan dari kedua pendekatan di atas, maka lahirlah pendekatan “sistem sosial”
Ad.3. Pendekatan Sistem Sosial
Pendekatan ini memandang bahwa organisasi/perusahaan adalah suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang kompleks.
Manajer mengakui dan menyadari bahwa tujuan organisasi akan tercapai jika terbina kerjasama yang harmonis antara sesama karyawan. Sebaliknya karyawan juga perlu menyadari bahwa kebutuhannya akan dapat terpenuhi jika perusahaan mendapatkan keuntungan. Jadi adanya saling ketergantungan.
Pendekatan sistem sosial ini hendaknya menekankan kepada kesadaran atas tugas dan tanggung jawab setiap individu maupun kelompok agar kepuasan kerja karyawan dan tujuan perusahaan mencapai hasil yang optimal.
Pendekatan sistem sisial ini akan dapat berkembang dengan baik, interaksi vertikal dan horizontal yang mulus, partisipasi dan loyalitas karyawan yang tinggi, hanya akan tercapai jika “Komunikasi” formal dan informal sering dilakukan dalam organisasi.
|
|
1 2
|
FUNGSI-FUNGSI MSDM
Fungsi-fungsi MSDM meliputi :
- perencanaan
- pengorganisasian
- pengarahan
- pengendalian
- pengadaan
- pengembangan
- kompensasi
- pengintegrasian
- pemeliharaan
- kedisiplinan dan
- pemberhentian
Penjelasan masing-masing fungsi ini dihat : SP Hasibuan hal. 21-22.
KOMPONEN-KOMPONEN MSDM :
Unsur MSDM adalah Manusia (tenaga Kerja)
Tenaga kerja manusia pada dasarnya dibedakan atas : pengusaha, karyawan dan pemimpim.
4. Pengusaha, adalah setiap orang yang menginvestasikan modalnya untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak menantu tergantung pada laba yang dicapai perusahaan tersebut.
5. Karyawan, adalah penjual jasa dan mendapat kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Karyawan merupakan kekayaan utama suatu perusahaan, karena tanpa keikut sertaan mereka,,aktivitas perusahaan tidak akan berjalan.
Karyawan terbagi dua : Karyawan operasional dan Karyawan manajerial.
6. Pemimpim atau Manajer
Pimpinan adalah seorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai tujuan.
PERANAN MSDM
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan mewujudkan hasil tertentu melalui kegiatan orang lain. Hal ini berarti bahwa sumberdaya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen.
MSDM mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah sebagai berikut :
- Menetapkan jumlah, kualitas, dan penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan berdasarkan job description, job specification, job requirement, dan job evaluation.
- menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berasarkan asas The right man on the right place and the right man on the right job”
- Menetapkan program kesejahteraan, pengebangan, promosi dan pemberhentian.
- meramalkan penawaran dan permintaan sumberdaya manusia pada masa yang akan datang.
- memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan pada khususnya.
- memonitoring dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan sejenis.
- memonotoring kenajuan teknik dan perkembangan serikat buruh
- Melaksanakan pendidikan, latihan dan penilaian prestasi karyawan.
- mengatur mutasi karyawan
- mengatur pensiun, pemberhentian dan pesangonnya.
Perkembangan MSDM
Perkembangan MSDM didiorong oleh kemajuan peradaban, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan tuntutan daya saing produksi barang dan jasa yang dihasilkan.
MSDM sudah ada sejak adanya kerjasama dan pembagian kerja diantara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan tertentu. MSDM ini pada mulanya terpadu dalam manajemen. MSDM muncul sebagai ilmu tersendiri pada abab 20
Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomi, politis dan sosial :
1. Masalah ekonomi, meliputi :
- Semakin terbatasnya faktor-faktor prouksi, menuntut agar SDM dapat bekerja secara efisien dan efektif.
- semakin disadar bahwa SDM paling berperan dalam mewujudkan tujuan organisasi/perusahaan.
- terjadinya persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas
- karyawan semakin menuntut adanya jaminan ekonomi pada masa depan.
2. Masalah Politik : meliputi :
- hak asasi manusia semakin mendapat perhatian
- organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat memperhatikan sumber daya manusia.
- Campur tangan pemerintah dalam mengatur perburuhan semakin banyak
- adanya persamaan hak dan keadilan dalam memperoleh kesempatan kerja
- emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan.
3. Masalah Sosial, meliputi :
- semakin banyaknya pekerja wanita dimana karena kodratnya perlu mendapat pengaturan dengan perundang-undangan
- Kebutuhan manusia yang semakin beraneka ragam dimana kebutuhan ini yang harus dipenuhi oleh organisasi/perusahaan.
- berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaan, karana adanya spesialisasi.
METODE PENDEKATAN MSDM
Dalam mempelajari MSDM ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu :
1. Pendekatan mekanis,
2. Pendekatan paternalis, dan
3. Pendekatan sistem sosial.
Ad.1. Pendekatan mekanis.
Mekanisasi (otomatisasi) adalah mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan.
Pendekatan mekanis: menitik beratkan analisnya kepada spesialisasi, efektifitas, standardisasi, dan memperlakukan karyawan sama dengan mesin.
Ad.2. Pendekatan Paternalis
Pendekatan paternalistik ini, manajer menganggap karyawan sebagai anaknya sendiri, olehnya itu para karyawan diperlakukan dengan baik, diberikan fasilitas, dan sebagainya.
Pendekatan ini mengakibatkan karyawan menjasi manja, malas, sehingga produktivitas menurun, akhirnya laba berkurang bahkan perusahaan akan rugi dan kelangsungan hidupnya terancam.
Dangan melihak berbagai kelemahan dari kedua pendekatan di atas, maka lahirlah pendekatan “sistem sosial”
Ad.3. Pendekatan Sistem Sosial
Pendekatan ini memandang bahwa organisasi/perusahaan adalah suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang kompleks.
Manajer mengakui dan menyadari bahwa tujuan organisasi akan tercapai jika terbina kerjasama yang harmonis antara sesama karyawan. Sebaliknya karyawan juga perlu menyadari bahwa kebutuhannya akan dapat terpenuhi jika perusahaan mendapatkan keuntungan. Jadi adanya saling ketergantungan.
Pendekatan sistem sosial ini hendaknya menekankan kepada kesadaran atas tugas dan tanggung jawab setiap individu maupun kelompok agar kepuasan kerja karyawan dan tujuan perusahaan mencapai hasil yang optimal.
Pendekatan sistem sisial ini akan dapat berkembang dengan baik, interaksi vertikal dan horizontal yang mulus, partisipasi dan loyalitas karyawan yang tinggi, hanya akan tercapai jika “Komunikasi” formal dan informal sering dilakukan dalam organisasi.
|
|
1 2
|
1.10. FUNGSI-FUNGSI MSDM
Fungsi-fungsi MSDM meliputi :
- perencanaan
- pengorganisasian
- pengarahan
- pengendalian
- pengadaan
- pengembangan
- kompensasi
- pengintegrasian
- pemeliharaan
- kedisiplinan dan
pemberhentian
Comments
Post a Comment