Posts

Showing posts with the label Kesehatan

Agar Buah Hati Menjadi Penyejuk Hati

Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, Lc. MA Kehadiran sang buah hati dalam sebuah rumah tangga bisa diibaratkan seperti keberadaan bintang di malam hari, yang merupakan hiasan bagi langit. Demikian pula arti keberadaan seorang anak bagi pasutri, sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia. Ini berarti, kehidupan rumah tangga tanpa anak, akan terasa hampa dan suram. Allah berfirman : الْ ا ملُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصّالِحَاتُ خَ ر يٌ عِنْدَ رَبّكَ ثَوَاباً وَخَ ر يٌ أمَلَاً “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (Al-Kahfi: 46). Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya: يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُوا إِنّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْ ادِكُمْ عَدُوّاً لَكُمْ لََ فَاحْذَرُوه...

Teliti Memilih Herbal

Penulis : dr. Avie Andriyani Obat Herbal, Antara Pro dan Kontra Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan herbal dalam praktek pengobatan selalu menarik perhatian banyak pihak. Di satu sisi, kalangan yang pro selalu mendengungkan bahwa obat herbal aman dikonsumsi karena telah digunakan selama berabad-abad lamanya oleh nenek moyang kita. Di sisi lain, kalangan akademisi senantiasa menekankan pada aspek bukti ilmiah yang harus menyertai bahan yang digunakan untuk proses pengobatan. Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, kenyataan menunjukkan bahwa praktek penggunaan obat herbal telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak dahulu. Herbal sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, baik dalam rangka mengobati penyakit maupun sekedar untuk pemeliharaan stamina tubuh. Mahalnya biaya pengobatan medis juga menyebabkan masyarakat lebih memilih herbal, apalagi seringkali didukung dengan cerita atau testimoni (kesaksian) dari beberapa orang yang telah membuktikan kemanjuran herb...

Merawat Anak yang Terkena KIPI

Oleh: Arif Rohman Mansur, S.Kep.Ns Definisi KIPI Pembaca majalah kesehatan muslim yang semoga dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama membahas tentang cara merawat anak yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau dalam istilah bahasa inggris dikenal sbagai adverse event following Immunization (AEFI). Dalam ilmu kedokteran setiap jenis terapi biasanya memiliki risiko relatif (Relatif Risk) atau risiko yang mungkin timbul karena suatu terapi yang diberikan guna mencegah atau mengatasi suatu penyakit. KIPI menurut KEPMENKES 1626 Tahun 2005 yaitu kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi, baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, keracunan, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, kesalahan program, koinsidensi (faktor kebetulan), reaksi suntikan, atau hubungan sebab akibat tidak dapat ditentukan yang dapat terjadi setelah pemberian vaksin atau imunisasi pada anak. KIPI dapat terjadi dalam kurun waktu 24 jam s...

Abu Sa’id Al-Khudri Mengobati Menggunakan Al-Fatihah

Terdapat satu kisah sahabat Abu Sa’id Al-Khudri yang mengobati dengan membaca bacaan ruqyah kepada orang yang terkena gigitan racun kalajengking. Beliau menggunakan A-Fatihah sebagai bacaan ruqyah dan berhasil. Yang sebelumnya hampir lumpuh tidak bisa berjalan, tiba-tiba sembuh seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Berikut kisahnya dalam hadits, لِفى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنّ سَيّدَ الْحَىّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَ ر بَأَ الرّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَ ى ب أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنّبِىّ -ص ى الله عليه لِ وسلم-. فَأَ ىت ىت النّبِىّ -ص ى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللّهِ وَاللّهِ مَا رَقَيْتُ لَخُذُوا مِنْهُمْ وَا ر ضِبُوا ى ل « ثُمّ قَالَ .» وَمَا أَدْرَاكَ أَنّهَا رُقْيَةٌ « إِ لالّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسّمَ وَقَالَ » بِسَهْمٍ مَعَ...

Benarkah Tahnik Adalah Imunisasi dalam Islam?

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen Sekelompok orang mengklaim bahwa tahnik adalah imunisasi dalam ajaran Islam atau diklaim sebagai imunisasi yang Islami. Pendapat ini umumnya diusung oleh kelompok antivaksin untuk menolak vaksinasi. Dalam tulisan ini, kami akan membawakan beberapa penjelasan ulama mengenai hikmah tahnik. Dari beberapa penjelasan ulama disimpulkan bahwa ternyata pernyataan “tahnik adalah imunisasi dalam islam” tidak tepat. Berikut pembahasannya Definisi Tahnik dan Hadits-hadits Tentang Tahnik Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan pengertian tahnik,“Tahnik ialah mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/ memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit (mulut)nya. Dilakukan demikian kepada bayi agar supaya ia terlatih terhadap makanan dan untuk menguatkannya. Dan yang patut dilakukan ketika mentahnik hendaklah mulut (bayi tersebut) dibuka sehingga (sesuatu yang telah dikunyah) masuk ke dalam perutnya. Dan yang lebih utama (ketika) mentahnik ialah d...

ASI Sebagai “Imunisasi” Alami

Penulis : dr. Avie Andriyani ASI Merupakan Makanan Terbaik Bagi Bayi Tidak diragukan lagi mengenai keunggulan ASI (Air Susu Ibu) yang merupakan makanan terbaik bagi bayi. Hampir semua kalangan, termasuk dunia kedokteran ikut menganjurkan supaya ibu lebih memilih ASI dibandingkan susu sapi atau susu formula. Allah berfirman dalam Al-Qur’an : وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَ كَامِلَ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ“ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan… “ (Al-Baqarah 233) Sungguh disayangkan masih banyak ibu yang enggan menyusui bayinya, hanya karena alasan sibuk bekerja, untuk menjaga penampilan, dan alasan-alasan lain. Padahal, berbagai penelitian telah membuktikan ada banyak sekali manfaat ASI dan menyusui, baik bagi bayi maupun bagi sang ibu. Selain aman, higienis, bergizi, dan ekonomis, ASI juga mengandung zat-zat kekebalan tubuh yang tidak dimiliki oleh susu formula yang termahal sek...

Imunisasi Dalam Pandangan Syariat

Penyusun : dr. Raehanul Bahraen Status halal-haram imunisasi dan vaksinasi menjadi perdebatan yang sengit dan bahkan “panas”. Bak di luar negeri maupun di Indonesia, terlebih lagi negara kita mayoritas muslim. Berikut sedikit pembahasan mengenai hal ini. Setelah berkonsultasi dan berdiskusi dengan beberapa ustadz dan melihat beberapa fatwa ulama, hati kami merasa lebih tentram dengan condong bahwa imunisasi insyaAllah halal. Wallahu ‘alam, kami memang punya dasar pendidikan kedokteran, mungkin ada yang mengira kami terpengaruh oleh ilmu kami sehingga mendukung imunisasi dan vaksinasi. Akan tetapi, justru karena kami punya dasar ilmu tersebut, kami bisa menelaah lebih dalam lagi dan mencari fakta-fakta yang kami rasa lebih menentramkan hati kami. Berikut kami berusaha menjabarkannya dan menjawab apa yang menjadi alasan mereka menolak imunisasi. Vaksin haram? Ini yang cukup meresahkan karena Indonesia sebagian besar muslim. Namun mari kita kaji, kita ambil contoh vaksin polio atau vaksin...

Imunisasi Dalam Pandangan Medis

Imunisasi adalah investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan paling efektif terhadap penyakit infeksi dan jauh lebih murah dibanding mengobati seseorang apabila telah jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dengan imunisasi, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya sehingga mereka memiliki kesempatan beraktifitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan. Namun demikian, sampai saat ini masih terdapat masalah-masalah dalam pemberian imunisasi, antara lain pemahaman orang tua yang masih kurang pada sebagian masyarakat tentang manfaat imunisasi, mitos salah tentang imunisasi, sampai jadwal imunisasi yang terlambat. Kesehatan adalah Dambaan Setiap Insan Merupakan keinginan semua orang tua untuk mempunyai anak yang sehat, tidak sakit, dan tidak cacat, serta memiliki pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Paradigma anak sehat meliputi sehat fisik, sehat kognitif dan sehat emosi-sosial-moral. Sehat fisik...

Antara Tawakkal dan Pengobatan

Oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. Berdasarkan keyakinan ini, sebagian kaum muslimin bersikap hati-hati bahkan menjauhi berbagai praktek pengobatan, karena diyakini dapat menodai kemurnian tawakkal diri kepada Allah.Sikap semacam ini tentu mengundang kontroversi bagi kebanyakan ummat Islam, terlebih di tengah kemajuan pesat ilmu dan tekhnologi pengobatan medis. Hukum Berobat. Berobat sejatinya hanyalah suatu upaya untuk menghilangkan penyakit yang mengganggu kesehatan, sebagaimana makan dan minum adalah upaya untuk menghilangkan rasa haus dan lapar. Sebagaimana halnya makan dan minum adalah upaya yang dibenarkan secara syari'at, maka demikian pula halnya dengan pengobatan, karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ "Setiap penyakit pastilah ada penawarnya, karenanya bila obat suatu penyakit telah didapatkan dengan tepat, maka -dengan izin Allah Azza wa Jalla- ...

Berbahagia ketika Sakit

Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits, ST, BA Tiada gading yang tak retak. Itulah ungkapan pepatah yang sering kita dengar. Sebagaimana gading, tiada manusia yang tidak pernah sakit. Saya, Anda, dia, mereka, siapapun orangnya, pasti pernah merasakan sakit. Karena kita pasti sakit, maka yang sangat penting untuk kita perhatikan adalah bagaimana kita bisa menjadi hamba yang baik ketika sakit. Sakit itu pasti, sementara bagaimana cara mengambil sikap yang terbaik ketika sakit, itu kembali kepada pilihan kita. Kita bisa mendapatkan banyak pahala ketika sakit. Sebaliknya, sakit yang kita derita juga bisa menjadi sumber dosa dan turunnya murka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, وَإِنّ اللّهَ إِذَا أَحَبّ قَوْمًا ابْتَ ا لهُمْ، فَمَنْ رَ ي ضَ فَلَهُ الرّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السّخَطُ “Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka denagn musibah. Siapa yang ridha dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan ridha Allah. Sebaliknya, siapa yang marah d...

BahraenSejarah Perdukunan Dalam Pandangan Islam

Oleh : dr. Raehanul Bahraen Sejarah Perngertian dukun Di zaman dahulu masyarakat Arab mengenal beberapa istilah berkaitan dengan dukun yang intinya seputar praktik sihir, ramal, dan perdukunan. Beberapa istilah tersebut: 1. Kaahin Yaitu orang yang mengklaim bisa mengabarkan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Ada pendapat lain bahwa mereka adalah orang yang mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati. 2. ‘Arraf Yaitu orang yang mengaku-ngaku mengetahui urusan-urusan tertentu melalui cara-cara tertentu, misalnya barang hilang dengan ciri-crir tertentu dan tempat tertentu. 3. Rammaal Yaitu orang yang meramal dengan cara menggaris-garis di pasir untuk meramal sesuatu 4. Munajjim (ahli ilmu nujum) Mirip dengan astrologi (ilmu perbintangan). Yaitu orang yang meramal dengan menggunakan ilmu perbintangan. 5. Saahir (tukang sihir) Yaitu penyihir dengan berbagia macam sihir. Mulai dari sihir cinta, sihir benci sampai sihir yang menyebabkan kematian. Semua istilah ini pada umumnya...

Salah Paham Tentang Thibbun Nabawi

Oleh dr. Raehanul Bahraen. Ada kejadian di mana seorang sakit, merasa tidak enak di perut dan demam, ia berobat dengan habbatus sauda’ dan madu karena ia yakin dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta kandungan Al-Quran bahwa keduanya mujarrab serta bisa menyembuhkan semua penyakit. Kemudian ia mengikuti petunjuk dilabel kotak habbatus sauda’ bahwa pengunaannya 3 x sehari 2 kapsul habbtus sauda. ia juga meminum madu 3 x sehari 2 sendok makan. Akan tetapi demamnya semakin tinggi, tidak mereda dan bertambah parah. Kemudian kasus lainnya, seseorang sedang demam tinggi, kemudian ia teringat hadits bahwa demam adalah dari luapan api neraka maka didinginkan dengan air. Maka dengan demam tinggi badannya di basuh dengan air yang dingin. Walhasil pernyakit bertambah parah dan tubuh dengan demam tinggi tidak mampu menerima air yang dingin. Padahal yang dimaksud hadits adalah demam karena sengatan matahari (akan datang penjelasan dari para ulama mengenai hadits tersebut) Demiki...