Masalah Pendelegasian Wewenang
A. pengertian pendelegasian wewenag
Pendelegasian wewenang atau delegation of authority merupakan proses pembagian kerja, pengelompokan tugas seorang manajer sedemikian rupa,sehingga akhirnya manajer hanya mengerjakan bagian pekerjan yang tidak dapat diserahkan kepada bawahannya, berhubung posisinya dalam organisasi. Dengan pendekatan ini, maka bawahan akan mempunyai wewenang untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
Wewenang merupakan alat untuk bertindak, sedangkan delegasi wewenang (delegation of authority) merupakan kunci dinamika organisasi. Koontz mengatakan : delegation of authoriry is the key of organization.
Kegagalan-kegagalan yang terjadi dalam manajemen sebagian besar disebabkan oleh gagalnya pendelegasian wewenang. Seorang pemimpin dikatakan efektif jika ia dapat melakasanakan pendelegasian itu secara cepat.
Tegasnya, seorang baru dapat melakukan kegiatan atau memerintah setelah ia memperoleh wewenang. Bawahan tidak akan melakukan kegiatan dalam perusahaan, jika tidak ada perintah dari atasan,sehingga tidak ada kegiatan dalam perusahaan atau perusahaan tidak dapat merealisasikan tujuannya. Delegation of authority sulit diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia secara tepat, karena dalam delegation of authority ini terdapat sifat “Du Characteristic”.
Du Characteristic, artinya fihak bawahan menerima wewenang dari atasan tetapi pada saat yang sama atasan yang bersangkutan tetap memiliki wewenang teresebut. Pemimpin(delegator) tidak hilang haknya terhadap wewenang yang telah didelegasikan itu.
Contoh : Mustika fitrigustina dewi (delegator) memiliki wewenang sebesar (x+y), kemudian mendelegasikan wewenangnya sebesar Y kepada fitrawan nur. Karena “du characteristic”, wewenang mustika masih teteap sebesar (X + Y), walaupun ia telah mendelegasikan pada fitrawan sebesar Y.
Hal ini perlu disadari oleh penerima wewenang (deleget) atau bawahan bahwa wewenang yang diterimanya itu bukanlah merupakan hak mutlak yang dimilikinya sendiri, karena delegator (pemberi) pada saat yang sama tetap juga memiliki wewenang yang didelegasikan tadi. Penerima wewenang harus harus mempertanggungjawabkan semua tugas-tugasnya kepada pihak pemberi wewenang dengan sebaik-baiknya.
Para ahli memberikan definisinya secara berbeda, tetapi inti dan maknanya sama.
o Kesimpulan yang dapat kita tarik dari devinisi-devinisi diatas adalah:
Harus diperhatikan pula bahwa sebenarnya dalam pendelegasian perlu diperhatikan kemampuan bawahan yang menerimanya dan pendelegasian wewenang adalah memberikan kebebasan untuk bertindak kepada bawahan guna menjamin pelaksanaan tugas yang diberikan kepadanya. Seluruh proses delegasi meliputi pembebanan tugas-tugas untuk diselesaikan dan penuntun tanggung jawab atas penyelesaiannya.
B. Asas pendelegasian wewenang
Dalam pendelegasian wewenang perlu diperhatikan beberapa asas dasar,antara lain :
v Asas delegasi atas hasil yang diharapkan (principle delegation by result expected)
Asas ini memeperhatikan apa yang akan diperoleh dari pemberian wewenang itu. Harus disesuaikan dengan adanya jaminan kecakapan dan keterampilan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
v Asas penentuan fungsi/kelejasan tugas (principle of function definition)
Asas penentuan tugas-tugas yang dilakukan oleh para manajer bagi para bawahan harus secara jelas disertai hasil yang diharapkan.
v Asas rantai berkala (principle scalar of chain)
Menurut henry fayol, semakin jelas garis wewenang dari manajer puncak dalam perusahaan kesetiap bawahan akan semakin efektif tanggung jawab, pengambilan keputusan dan organisasi.
Asas ini menghendaki adanya urutan-urutan wewenang dari manajer puncak sampai pada bawahan.apabila manajer puncak akan memerintahkan tugas kepada bawahan maka harus melalui tingkatan-tingkatan yang ada.
v Asas tingkat wewenang (the authority level principle)
Masing-masing pemimpin pada setiap tinkat harus mengambil keputusan apa saja yang bias diambilnya sepanjang mengenai wewenangnya.
v Asas kesatuan komando (principle unity ofcommand)
Setiap bawahan harus diusahakan agar hanya menerima perintah dari seorang atasan saja, tetapi setiap atasan dapat memerintah lebih dari seorang bawahan.
v Asas kemutlakan tanggung jawab (principle of absoluteness of responsibility)
Setiap pemimpin yang menerima wewenang, mutlak bertanggung jawab kepada atasan mengenai wewenang yang dilaksanakannya
v Asas pembagian kerja (devision of work)
Untuk berfungsinya organisasi hendaknya dilakukan distribusi pekerjaan, karena tanpa adanya pembagian kerja,manajemen tidak berarti apa-apa dan semua tugas akan langsung dilakukan oleh pemimpin.
v Asas efisiensi
Asas efisisensi artinya pemimpin akan lebih leluasa melaksanakan tugas-tugas penting dari pada melaksanakan hal-hal yang dapat dikerjakan bawahan.
C. Seni pendelegasian wewenang
Selain asas-asas diatas yang perlu diperhatikan adalah THE ART OF DELEGATION atau SENI MENDELAGASI.
The art of delegation didasarkan pada PERSONAL ATTITUDE.
Yaitu sikap pribadi maanajer yang melakukan pendelegasian wewewnang itu.
Personal attitude yang harus dimiliki adalah :
v Personal receptiveness (daya penerimaan pribadi)
Memberikan kesempatan kepada pendapat /gagasan orang lain (terutama bawahan) untuk dilaksanakan demi kemauan perusahaan.
v Willingness to let go
Artinya, manajer yang akan memberikan wewenang secara efektif haruslah bersedia untuk melepaskan wewenang (sebagian wewenang) decision makingkepada bawahan.
v Willingness to let others make mistake
Kesediaan untuk memaafkan kesalahan bawahan. Hal ini didasarkan pada asas bahwa setiap manusia tidak luput dari berbuat salah. Jika kesalahannya wajar , hal ini dianggap biasa tetapi bila kesalahannya terus menerus, is harus mendapat teguran.
v Willingness to trust subordinate
Kesediaan untuk mempercayai orang lain, pada kesediaan untuk melepaskan sebagian wewenang, harus pula disertai kepercayaan.
v Willingness to establish and use broad control
Asas ini adalah bagian dari ke-4 personal attitude di atas yaitu “kesediaan untuk mengadakan dan menggunakan pengawasan yang luas , ketat dan intensif”.
D. sentralisasi dan desentralisasi
Centralization
Sentralisasi berarti sebagian besar wewenang atau kekuasaan masih tetap dipegang oleh manajer puncak (top manager). Hanya sebagian kecil saja disebarkan keseluruh struktur organisasi.
Desentralization
Desentralisasi wewenang berarti sebagian kecil wewenang /kekuasaan dipegang oleh manajer puncak, sedang sebagian besar kekuasaan menyebar pada seluruh struktur organisasi.desentralisasi disini pun bukan desentralisasi mutlak. Tetapi relative.
Ciri-ciri Desentralisasi
Beberapa alasan pokok mengapa para manajer tidak melakukan delegasi wewenang antara lain adalah :
Comments
Post a Comment